Senin, 12 Juni 2017

Hitam


Kau taklukkan matahari
Kau buat hitam warna pelangi
Kau buat gerah embun pagi
Kau hitamkan nyala api
Kau buat kelam cerahnya hari
Engkau hapus pelita malam hari
Engkau singkirkan fajar dini hari

Kau menikam relung hati
Engkau binasakan cinta bersemi
Kau tenggelamkan harapan di hati
Kau robohkan hati yang bertabur emosi
Kau telah tinggal dalam palung hati
Maka merataplah diri

Jiwa yang hitam
Didalamnya ada api hitam
Api dari dasar jurang terdalam
Api neraka jahannam
Berwarna hitam lagi legam
Makhluk yang mampu cairkan logam
Takkan mati dan padam

Jiwa yang kelam
Bilamana hati telah tertikam
Beratapkan langit kusam
Tak bersiang hanya tersisa malam
Pekatnya takkan teredam
Beralaskan lumpur hitam
Dan samudera asam
Yang menghisap dan mengaram
Ternaungi gumpalan asap hitam
Semua pelita telah terbenam
Seluruh lentera telah tenggelam
Terselubungi suasana suram
Menyatu dalam kelamnya alam

Jiwa yang suram
Selalu bermuka masam
Kadangkala merenung dan terdiam
Meratapi masa silam
Pandangan hati kian memburam
Mata hati kini rapat terpejam
Dalam hati kesengsaraan terpendam
Mendalam dan semakin dalam
Takkan hilang walau setitik noda hitam
Selagi kegelapan masih bersemayam

Masa lalu telah membunuhmu
Masa lalu telah menikammu
Masa lalu tak berpihak padamu
Luka jiwa telah merubahmu
Rasa sakit telah menutup hatimu
Menyisakan jeritan jiwamu
Kenyataan memang kejam bagimu
Kau setia mengarungi lorong gelapmu
Lintasi dimensi waktu

Adakah cara runtuhkan hatimu
Yang tegar tak terkalahkan
Biarkab gelap menyelimuti duniamu
Jalan pulang telah ada pada kebinasaan
Sebagai pelengkap cerita hidupmu
Yang masih tetap berjalan

Kau tak pernah membenci rasa sakit Darinyalah kau tumbuh demi sedikit
Kau tak pernah membenci kegelapan
Dari situ lahkau memulai kehidupan
Kegelapan bertingkat tingkat
Membuatmu kuat dan semakin kuat
Sisi gelap menguasai diri
Hanya kegelapan yang tersisa di hati